6 gambar dari cerita ini. Warnai langsung di layar HP atau tablet, lalu unduh atau bagikan hasilnya untuk dipajang. Bisa juga dicetak (satu gambar per halaman kertas) untuk diwarnai dengan krayon.
1. Ketuk Cetak. Gambar yang sudah diwarnai di layar ikut tercetak berwarna.
2. Pilih printer, atau pilih Simpan sebagai PDF untuk dicetak nanti.
3. Pakai kertas A4. Setiap gambar tercetak di satu halaman.
Ide memakainya
• Bacakan ceritanya dulu, lalu anak mewarnai gambar yang paling ia suka.
• Sambil mewarnai, minta anak menceritakan ulang halaman itu dengan kata-katanya sendiri.
• Untuk Sekolah Minggu: bagikan satu halaman per anak, lalu susun jadi satu cerita utuh.
Gambarnya sama dengan gambar di cerita, hanya diubah menjadi garis hitam-putih. Boleh dicetak sebanyak yang dibutuhkan untuk keluarga, sekolah, dan gereja, tetapi tidak untuk dijual.
🎨 Mewarnai di layar: ketuk warna, lalu ketuk bagian gambar
💝 Jadikan hadiah: untuk siapa gambar ini?
Nama dan pesan ikut tertulis di gambar saat diunduh atau dibagikan.
Vas Bunga Mama · 1/6
Siang itu rumah sepi. Mama sedang ke pasar, dan Nara bermain bola di ruang tamu. Padahal Mama sudah bilang, bola hanya boleh dimainkan di halaman.
Diwarnai oleh: ______________________________
Kasih Kecil · motivasikasih.id
Vas Bunga Mama · 2/6
Duk! Bola memantul terlalu tinggi dan mengenai vas bunga kesayangan Mama. Vas itu jatuh ke lantai dan retak menjadi tiga potong.
Diwarnai oleh: ______________________________
Kasih Kecil · motivasikasih.id
Vas Bunga Mama · 3/6
Cepat-cepat Nara memunguti pecahannya dan menyembunyikannya di balik lemari. “Mama tidak akan tahu,” pikirnya. Tetapi dadanya terasa berat, seperti menyimpan batu.
Diwarnai oleh: ______________________________
Kasih Kecil · motivasikasih.id
Vas Bunga Mama · 4/6
Waktu makan malam, Mama bertanya, “Ada yang lihat vas bunga di meja?” Nara menunduk. Nasi di piringnya tiba-tiba sulit ditelan.
Diwarnai oleh: ______________________________
Kasih Kecil · motivasikasih.id
Vas Bunga Mama · 5/6
Nara menarik napas panjang. “Ma, aku yang memecahkannya. Aku main bola di dalam rumah. Maaf, Ma.” Suaranya bergetar, tetapi kata-kata itu akhirnya keluar juga.
Diwarnai oleh: ______________________________
Kasih Kecil · motivasikasih.id
Vas Bunga Mama · 6/6
Mama diam sebentar, lalu memeluknya. “Mama sedih vasnya pecah. Tapi Mama lebih senang kamu jujur.” Besoknya mereka menambal vas itu bersama. Retaknya masih kelihatan, dan Nara justru suka melihatnya.